Tuesday, December 22, 2009
Tahukah mereka mengapa hujan turun?
Hujan turun sebagai pembawa pesan
Pesan cinta dari langit kepada bumi
Langit yang selama ini memendam cintanya
Langit yang selama ini tak bisa bersama dengan bumi
Langit yang hanya dapat memandang bumi tanpa bisa menyentuhnya
Mengapa banyak orang yang tidak menyukai hujan?
Tahukah mereka mengapa hujan turun?
Hujan turun sebagai pembawa pesan
Pesan rindu darimu untuknya
Pesan yang kau titipkan kepada awan
Pesan yang kau titipkan kepada langit cerah
Pesan akan perasaan tulusmu untuknya
Lalu mengapa orang masih tidak menyukai hujan?
Karena mereka tidak percaya ada pesan itu untuk mereka
Karena mereka tidak seperti bumi yang merasakan setiap tetes airnya
Karena mereka selalu merasa rindu saat hujan turun
Saat kau merasa rindu,
Keluarlah!
Rasakan setiap tetesnya
Dengarkan setiap rintiknya dengan khusyuk
Karena pesan untukmu tersimpan di dalamnya
Sebuah pesan yang tulus
Sebuah pesan yang berasal dari hati yang terdalam
Sebuah pesan yang selama ini tak tersampaikan
Sebuah pesan akan cinta dan rindu
Saat kau merasa sendiri dan kesepian
Keluarlah!
Rasakan setiap tetesnya
Dan kau akan yakin bahwa kau tidak pernah sendirian
Kau akan yakin bahwa masih ada yang peduli padamu
Bahwa ada yang mencintaimu di luar sana...
Wednesday, December 2, 2009
Cintanya
Dambaannya
Pangerannya
Lelaki yang dulu pernah menjadi tambatan hatinya
Dialah yang kini menyudutkannya
Pinggir di tepi tebing
Dimana debur ombak keras menghantam karang
Dengan segala cacian dan kemurkaan
Hingga detik menyentuh garis akhir
Sang pujaan hati mendorongnya
Jatuh berjumpa gulungan ombak
Si gadis pencari cinta...
Namun cerita belum berakhir
Di tengah ganasnya ombak
Sepasang lengan kuat mendekapnya erat
Hangat di tengah dinginnya laut
Suara lembut yang mengalun
"Jangan menangis, aku ada di sini"
Gadis pencari cinta tersadar di tepi pantai
Terbangun dengan bertanya-tanya dalam hati
Suara tadi...
Apakah itu mimpi....?
Mungkin memang hanya mimpi...
Waktu berlalu,
Langit tetap tak berubah
Si gadis menatap langit
Dimana dia yakin ada cinta untuknya
Ya, jauh di ujung langit berada....
Hingga suatu hari,
Hari dimana ia kembali
Ke pantai tempatnya terdampar
Ke tepian laut yang dingin
Langitnya tetap sama
Biru, luas membentang
Dan akhirnya,
Di ujung langit...
Adalah lautan...
"Jangan menangis, aku ada di sini"
Kalimat itu lagi
Kembali terngiang
Berdengung lembut di telinganya
Siapa yang berbicara?
Hatinya tiba-tiba terpanggil
Hangat memenuhi hatinya
Menyusup memenuhi jiwanya
Cintanya telah ditemukan...!
Tetapi di mana?
Di ujung langit...
Lautan kah?
Kakinya melangkah ragu
Air menyentuh ujung-ujung jarinya lembut
Menguatkannya untuk terus maju
Memanggilnya, memanggil hatinya...
Si gadis pencari cinta
Berjalan terus dengan menutup mata
Mengikuti panggilan hati
Melemparkan diri ke laut...
Mengharap cinta 'kan menjawab hatinya...
Sepasang tangan itu
Dekapannya yang kuat
Menangkapnya dengan lembut
Merengkuhnya penuh cinta
Dialah asal suara itu
Wahai lelaki duyung yang kesepian
Lelaki duyung yang selalu mengamatinya
Menemaninya di pantai tanpa sepengetahuannya
Yang selalu ingin memeluknya
Yang ingin menyeka air matanya
Yang selalu mencintainya...
"Jangan menangis, aku ada di sini,
Untukmu, dirimu, selamanya"
Si gadis akhirnya menemukan cintanya
Berenang dalam indahnya lautan
Firasatnya memang tidak salah
Cintanya berada di ujung langit
Di tengah kemilau lautan...
Wednesday, November 11, 2009
semua perempuan adalah putri
setiap putri mengharapkan seorang pangeran
lelaki tampan berkuda putih
yang 'kan datang menyelamatkannya
itulah setiap wanita
tetapi bukankah penyihir jahat juga wanita?
pernahkan dia jatuh cinta?
adakah cinta untuknya?
seorang yang jahat
seorang yang mengutuk sang putri cantik jelita
seorang yang dikalahkan oleh pangeran berkuda putih
seorang yang dibenci setiap pembacanya
seandainya kau adalah sang penyihir,
apakah kau akan tertawa? atau menangis tersedu-sedu?
selalu ada pangeran untuk putri cantik jelita
namun tak pernah ada cinta untuk penyihir buruk rupa...
inilah cerita baginya,
wahai penyihir buruk rupa...
"semua putri cantik itu jahat,
mereka dicintai oleh setiap orang,
mereka dikagumi oleh semuanya,
tidakkah mereka tahu bahwa aku kesepian?
aku hanya ada sebagai sampingan
untuk menunjukkan kepadanya seorang pangeran tampan
untuk membuatnya semakin dicintai
tidakkah dia tau bahwa aku mencintai pangeran itu?
apakah aku memang dilahirkan untuk dikalahkan?
apakah aku ada hanya sebagai perantara cinta mereka?
apakah aku tidak berharga?
apakah tidak ada cinta untukku?"
seorang penyihir yang buruk rupa
menangis sendirian di sudut ruang puncak menaranya
menunggu seorang pangeran yang suatu hari datang menyelamatkan
menunggu gilirannya untuk mendapatkan cinta
namun tak seperti rapunzel,
tidak ada pangeran yang akan memanjat menara itu untuknya
namun tak seperti putri tidur,
tidak ada pangeran yang akan melawan naga untuknya
karena dia hanya seorang penyihir buruk rupa...
hingga suatu hari,
datang seorang lelaki kumal menaiki keledai
seorang lelaki yang polos
seorang lelaki yang jujur
seorang lelaki yang tulus
tetapi bukan seorang pangeran berkuda putih
hanyalah seorang pengemis dengan keledai tuanya
datang karena mencari tempat bernaung untuk semalam
langit sudah gelap, dimana mentari tertidur dan bulan berpesta
kabut menghalangi jalan, jangkrik telah berdendang
tak ada kota maupun desa untuk disinggahi
itulah awal pertemuan mereka...
wajah buruk rupa penyihir menyambut kedatangan pengemis
diiringi senyum sinis karena pikiran pesimis
hanya pengemis,
tak akan pernah ada pangeran untuknya...
untuk semalam, penyihir tidak sendirian
senyum mengembang di wajahnya
tawanya mewarnai ruangan
untuk semalam, dia tampak cantik
semua karena kehadiran si pengemis
pengemis dengan keledainya yang kumal
lelaki yang membuatnya bahagia
lelaki yang membuatnya jatuh cinta
walau hanya semalam, sang penyihir telah merasa dicintai...
sayang pagi menjelang
menaburkan semerbak embun di dedaunan
menyanyikan dendang merdu burung-burung berkicau
tibalah saat si pengemis pergi
dengan berat hati penyihir buruk rupa melepas kepergiannya
seakan jantungnya telah dicabut dari dadanya
seakan napasnya telah terenggut
seiring dengan kepergian si pengemis
penyihir buruk rupa pun kembali menangis...
mengganggu kehidupan putri-putri cantik yang telah mengusik hatinya
lama waktu berlalu...
sang penyihir tak kunjung mati
kutukan keabadian yang terus menghantuinya
seakan hampir membunuhnya, sayangnya ia tak dapat mati
hingga suatu hari,
terdengar naga meraung di kejauhan
mengusik kedamaian di horizon bumi
seorang pangeran datang
bingung dengan kehadirannya
penyihir tidak menculik putri siapa pun
setidaknya untuk kali ini
apakah sekarang waktunya ia mati?
mati di tangan pangeran tampan...
akankah sang pengemis miskin menolongnya?
ataukah dia telah melupakannya?
seorang yang mengajarkannya rasa untuk dicintai
derap langkah semakin dekat
suara kuda meringkik, kuda putih
denting pakaian besi yang bergerak
kemilau pedang di pinggang
ya, dialah seorang pangeran berkuda putih...
namun untuk siapa dia datang?
"wahai penyihir di menara,
turun dan temuilah aku!"
begitulah teriak pangeran tampan ini...
"ya, aku akan mati hari ini"
bisik penyihir pada dirinya sendiri
anak tangga demi anak tangga dituruninya
setiap langkah menuju kematiannya...
akhirnya gerbang terbuka
dimana dia berhadapan dengan pangeran tampan
bersiap untuk menghadapi kematiannya
ditemani angin yang berhembus
membawa perasaannya pergi jauh entah kemana...
sang penyihir memejamkan mata
menghirup segala aroma yang ada di sekitarnya
harum rerumputan di pagi hari
wangi bunga-bunga di musim semi
semua seakan siap untuk pergi meninggalkannya,
hingga si pangeran berlutut di depannya,
ya, pangeran itu melamarnya
sang pangeran, yang dulu tampak seperti pengemis
diserang perampok dan bernaung di menara sang penyihir
sang pangeran yang jatuh cinta pada senyum sang penyihir
sang pangeran yang menemukan kebaikan di hati sang penyihir
sang pangeran yang jatuh cinta pada penyihir buruk rupa...




